
Fast Handovers untuk Mobile IPv6 (FMIPv6)
26 December, 2007Tujuan dari protokol FHMIPv6 adalah untuk memungkinkan sebuah MN untuk mengkonfigurasi CoA yang baru, sebelum MN tersebut berpindah dan terkoneksi ke jaringan yang baru. FMIPv6 ini juga mengijinkan MN untuk menggunakan CoC yang baru seketika dia mengkoneksikan dirinya ke jaringan yang baru. Lebih lagi, protokol FMIPv6 mencari untuk mengeliminasi latensi yang terjadi ketika terjadi prosedur BU dari MN dengan menyediakan sebuah tunnel dua arah antara jaringan yang lama dengan yang baru saat prosedur BU sedang dilakukan.
Jika dibandingkan dengan operasi MIPv6 biasa, protokol FMIPv6 mengklaim dapat lebih efisien pada 2 hal :1. Mampu mengeliminasi delay konfigurasi IPv6 yang disebabkan oleh :
a. Router Discovery
b. Address Configuration
c. DAD
2. Menghilangkan delay yang diakibatkan oleh MN ketika melakukan prosedur BU dengan HA dan CN yang bersangkutan.
Overview Protokol
Pada inti dari protokol FMIPv6 adalah bahwa sebuah Access Router atau AR harus tahu AR lainnya yang berdekatan dengannya yang kemungkinan MN akan terkoneksi kepada AR tersebut. Terlebih lagi, hal ini juga meminta AP L2 untuk tahu setiap kemampuan dan tanggung jawab dari setiap AR. Tentu saja, persyaratan ini menyarankan bahwa implementasi dari protokol ini dapat dengan mudah dilakukan untuk pembangunan jaringan intra-organisasi. Sedangkan untuk jaringan inter-organisasi akan memerlukan pemodelan yang dapat dipercaya antara organisasi terkait.
FMIPv6 memiliki beberapa terminology baru :
- AR – Access Router. Default router dari MN, sebagai contoh adalah router dimana MR terkoneksi.
- PAR – Previous Access Router. AR akan terlibat didalam penanganan trafik dari MN saat perpindahan. PAR adalah router dimana MN terkoneksi sebelum melakukan perpindahan.
- NAR – New Access Router. NAR adalah router dimana MN terkoneksi setelah melakukan perpindahan.
- PCoA – Previous Care of Address. CoA yang dimiliki oleh MN sebelum pindah.
- NCoA – New CoA. CoA yang dimiliki MN setelah dia berpindah ke jaringan yang baru.
Protokol ini juga mendefinisikan beberapa tipe pesan yang baru :
- RtSolPr – Router Solicitation for Proxy (Dari MN ke PAR). Pesan ini dikirimkan oleh MN untuk meminta informasi handover dari PAR.
- PrRtAdv – Proxy Router Advertisement (Dari PAR ke MN). Pesan ini dikirimkan oleh PAR untuk menginformasikan link neighbouring kepada MN
- FBU – Fast Binding Update (Dari MN ke PAR). Dikirim oleh MN untuk melakukan BU dengan NCoA yang didapat dari pesan PrRtAdv.
- HI – Handover Initiate (Dari PAR ke NAR). Dikirimkan oleh PAR ke NAR untuk menginisiasi handover.
- HAck – Handover Acknoledgement (Dari NAR ke PAR). Dikirim oleh NAR untuk meng-ack inisiasi handover yang telah dilakukan.
- FBack – Fast Binding Acknowledgement (Dari Par ke MN). DIkirim oleh PAR untuk meng-ack FBU.
- FNA – Fast Neighbour Adv. (Dari MN ke NAR). Dikirim oleh MN untuk mengumumkan keberadaan link nya ke NAR.
Macam Handover
1. MN initiated Handover
Untuk metode MN initiated Handover (sebagai contoh adalah ketika MN yang memutuskan untuk berpindah link) maka MN akan mengirimkan pesan RtSolPr ke AR nya sekarang atau PAR pada gambar, untuk mendapatkan informasi jaringan tetangganya. untuk jaringan 802.11, pesan RtSolPr ini akan memuat list dari AP yang dapat dideteksi MN. PAR kemudian akan mereply dengan pesan PrRtAdv yang memuat list dari informasi layer IPv6 dari setiap AR yang berhubungan ke setiap AP tadi. Informasi IPv6 ini termasuk alamat link-layer dari setiap AR dan prefix yang mana dapat digunakan oleh MN untuk mengautokonfigurasi CoAnya.
Pada saat MN menerima PrRtAdv, MN dapat memutuskan (misal berdasarkan informasi kekuatan sinyal PHY dari 802.11) untuk mengasosiasikan dirinya ke AP yang mana. MN kemudian akan mengirimkan FBU ke PAR yang mengindikasikan AP mana yang akan diambil oleh MN untuk asosiasi (dan juga ke NAR yang mana MN akan terkoneksi). Pesan HI dan HAck adalah untuk memverifikasi data konfigurasi IPv6 yang benar. Ketika menerima HAck, PAR kemudian membangun binding antara PCoA dengan NCoA dan akan mentunnel setiap paket yang terhubung dari PCoA dan NCoA.
Pada saat terjadi perpindahan (misal ketika FBU telah dikirimkan ke PAR oleh MN) maka PAR akan memforward paket dari PCoA nya MN ke NCoA melalui tunnel dua arah. NAR dapat membuffer paket ini sampai MN tiba pada link barunya dan kemudian baru mengirimkannya ke MN. MN mengumumkan keberadaannya pada link yang baru dengan mengirimkan pesan FNA ke NAR. Ketika sudah terhubung ke link barunya, MN masih mempergunakan tunnel dua arah tersebut dan mengirimkan paket dengan menggunakan source address PCoA sampai MN selesai melakukan prosedur BU dari MIPv6. Perlu diketahui juga bahwa prosedur handover MIPv6 biasa untuk melakukan regristrasi CoA dengan HA dan CN terjadi setelah prosedur FMIPv6.
Pada cara ini, setiap paket yang biasanya hilang ketika terjadi perpindahan akan dibuffer oleh NAR dan dikirimkan ke MN ketika MN sudah sampai ke link barunya. Lebih lanjut lagi, komunikasi antara CN dapat terus dilakukan melalui tunnel dua arah yang mampu melawan efek latensy yang biasanya terjadi ketika melakukan prosedur BU. Efek latensi pada trafik realtime akan tetap ada, akan tetapi mampu dikurangi pada saat terjadi perpindahan yang sebenarnya, misal ketika terputus dari PAR dan terhubung ke NAR.
2. Network Initiated Handover
Pada beberapa jaringan, memungkinkan untuk jaringan melakukan inisiasi prosedur handover, bukan oleh MN. Satu contoh skenario untuk subsistem pintar pada PAR untuk menentukan bahwa sebuah MN akan lebih baik dilayani oleh jaringan terdekatnya. misal ketika secara topologi dia lebih dekat ke CN atau untuk tujuan rekayasa trafik. pada situasi seperti itu, PAR akan mengirimkan PrRtAdv ke MN yang berisi tentang informasi MN dapat terkoneksi ke network baru. Diluar ketidakadaan pesan RtSolPr, pesan yang dipertukarkan sama seperti pada gambar 12. Akan tetapi, prosesnya sedikit berbeda pada saat MN harus terkoneksi ke jaringan yang diindikasikan pada PrRtAdv dengna mengkonfigurasi satu CoA untuk dirinya sendiri dan melakukan FBU ke PAR
3. Reactive Handover
Jenis Handover yang didiskusikan sejauh ini telah mengasumsikan bahwa MN hanya berpindah ke jaringna yang baru ketika FBU telah dikirimkan ke PAR. Namun, situasinya dapat meningkat ketika MN berpindah ke jaringan baru sebelum MN memiliki kesempatan untuk mengirim FBU ke PAR. Pada kasus ini, MN akan mengirimkan FBU yang telah dienkapsulasi didalam FNA yang dikirimkan ke NAR. NAR kemudian akan memforward FBU ke PAR kemudian mengijinkan PAR membuat binding antara PCoA – NCoA dan memforward setiap paket yang ditujukan untuk PCoA, ke NCoA. Tentu saja time lag antara perpindahan MN dan penerimaan FBU oleh par berarti ada potensi untuk terjadi loss paket selama reactive handover terjadi.
To be continued [with condition(s) ],,, hehehe


Lho kok kayak TA-ku ya?Haha 100X
dodol, lah iku kan hasil kirimanmu yang 3 lembar kemaren. Hal 39 s/d 41. Wakakkkak!!