
Sebulan perjalanan di Pulau Sumatera [Bag. I]
7 August, 2008Aah, setelah sekian lama ga posting akhirnya bisa posting juga sekarang.
Jalan-jalan, dibayarin, dikasih duit pula. Itu yang menjadi pikiran pertama kali ketika aku ikut terjun dalam project ini. Duitnya sih lumayan, buat modal bakdan yang tinggal beberapa bulan lagi. Hehehe.
Perjalanan dimulai tanggal 7 Juli kemaren. Tujuan pertama adalah kota Bandar Lampung. Pesawat Sriwijaya Air berangkat dari Cengkareng pukul 7 lewat menuju Bandara Radin Inten, Bandar Lampung. Ini pengalaman pertama kali naik pesawat loh, hehehe. Katrok juga aku ya. Awalnya emang rada canggung juga sih naik pesawat. Setelah beberapa tahun terakhir banyak sekali Transportation Dissaster yang pada saat akan naek pesawat, terngiang-ngiang di kepalaku. Tetapi ya pasrah aja deh, toh ada Gusti Alloh yang mengatur segalanya. Orang tidur di kasur aja bisa mati juga kok.
Setelah naik pesawat, aku kira bakalan lama, tetapi ternyata untuk ke Bandar Lampung hanya di tempuh selama 30 menit aja. Dan rasanya hanya mak crut trus nyampe lagi. Serasa cuman muter diatas trus balik lagi ke Cengkareng. Hehehe. Tetapi proses take off dan landingnya cukup mulus, ga bikin deg deg seeer.
Tiba di Radin Inten langsung cari hotel. Kebetulan ada hotel baru lagi promosi, ada tarif promonya. Grand Anugerah nama hotelnya, ada yang pernah nginep disana? Find the warmest hotel, menjadi motto hotel tersebut yang ternyata benar, CS dan Receptionist nya ramah-ramah, dan benar-benar menunjukkan ke-warm-an hotel tersebut. Setelah check in, langsung masuk kamar, memang bener hotel ini hotel baru, begitu masuk kamar, terasa sekali aroma cat yang baru mengering. Kamar deluxe nya lumayan juga. Setelah beristirahat sejenak, kita langsung berangkat ke kantor, meeting awal untuk menentukan strategi pengerjaan project ini.
Hari pertama kita belum mulai mengerjakan project ini, baru sinkronisasi schedule sama pembagian tim kerja.
Hari kedua, tanggal 8 Juli, kita mulai bergerak, menyelesaikan 25 titik yang tersebar di seluruh wilayah Lampung. 25 STO dimana 26 Router Alcatel Lucent telah menanti untuk di CommTest dan di konfigurasi. Kita bergerak mulai dari Tanjung Karang, Kedaton, Natar, Metro, hingga Bandar Jaya, Menggala dan Unit II. Langkapura, Gedong Tataan hingga ke Talang Padang dan Pring Sewu. Kalianda serta Simpang Palas juga menjadi daerah operasi tim kami. Daerah yang terjauh yang harus didatangi adalah Liwa dan Krui. Ah, cukup menantang juga nantinya, pikirku.
Untuk daerah-daerah yang lumayan deket, tidak ada kendala yang berarti. Alhamdulillah. Jadi tidak perlu di ceritakan secara panjang lebar. Hehehe. Daerah yang paling menantang untuk diceritakan adalah daerah Liwa dan Krui. Liwa yang beberapa tahun lalu menjadi korban keganasan gempa bumi, hingga luluh lantak, (saya masih ingat berita gempa di Liwa dulu) ternyata kini sudah kembali bagus. Pembangunannya lumayan cepet juga menurutku. Tetapi memang dari beberapa kota yang telah aku kunjungi sebelumnya, aku menyimpulkan bahwa di area Lampung ini memang cukup pesat pembangunannya. Berangkat dari Tanjung Karang jam 9 pagi, kita harus mampir dulu ke STO Kota Bumi dan STO Bukit Kemuning sebelum kemudian meneruskan ke Liwa dan Krui. Fyuh, ternyata perjalanan kesana cukup melelahkan. Dan jalannya itu loh yang bikin ga kuat. Berkelok-kelok, menanjak, turun, tengah hutan, gelap lagi… wedew…
Dan parahnya lagi, kita tiba di Liwa pukul 9.30 malam. Dan seremnya lagi, disamping kantor, deket-deket situ, ada danau yang konon katanya dulu dipake buat mandiin mayat korban gempa Liwa. Duengggg… Semakin begidik lah kita… Tetapi ya ga ada apa-apa sih. Kita masuk ke ruang transmisi, menjumpai perangkat kita yang sudah terinstalasi di raknya, tetapi masih belum kabel powernya. Setelah di ON kan, perangkat NGN ini cukup berisik, rakus daya pula, dihitung-hitung butuh sekitar 32 Ampere. Cek dan ricek, commtest, konfigurasi, test link, sfp nya, tembak-tembakan sinyal ke Bukit Kemuning pake core optic sejauh hampir 120 km memakai module sfp EZX yang mampu menembus jarak 120km untuk b/w 1Gb. Link OK, kita lanjut perjalanan ke Krui. Sekalian jadi aja malam ini, kata kita. Yasudah, hasilnya aku yang berangkat sama satu orang Waspang yang merangkap jadi Driver dan Sarpen. Hehehe.
Jalanan dari Liwa menuju Krui sungguh “mempesona”, bikin mual juga. Dengan mobil APV, kita yang hanya berdua, membelah malam dan membelah hutan, melalui jalanan sempit berkelok-kelok aduhai. Geeellllaaappp banget disekeliling kita, yang memang berupa hutan. Hahaha. Hanya ada beberapa truk barang yang kita jumpai malam itu, selebihnya kosong, gelap dan hitam. Ngeri juga sih. Sampai di Krui sekitar jam 1 dini hari. Langsung tarik patch cord, colok, commtest, konfigurasi,cek power, cek link, tembak-tembakan sama Liwa, kali ini pake module sfp (1Gb) port ZX saja yang bisa tembus sampe 80Km. Jarak Liwa Krui memang ga sampe 80 Km, sekitar 30km aja. Core nya pun bagus, jadi linknya up dengan sempurna. Jam 2 pagi, kerjaan selesai di Krui. Kita putuskan balik lagi ke Liwa dan mencari penginapan disana.
Dapat penginapan, istirahat dulu…
Paginya kita langsung berangkat ke Bukit Kemuning, ambil perangkat Alcatel Lucent tipe 7450 untuk direlokasi ke Unit II. Duenggg… Perjalanan melelahkan juga. Sesampai di Unit II sudah jam 9 malam. Wah, 2 hari kerja rodi nih. Cuapeknya maaak. Tapi ga papa lah, itung-itung pengalaman. Hehehe…
Setelah nge-drop perangkat kita kembali ke hotel, istirahat. Capek…
End of part I. Wait for the next story. Hehehe.

pesona alam dan wisata Lampung Barat emang OK bangget.
arthaliwa.woedpress.com
pesona alam dan wisata Lampung Barat emang OK bangget.
arthaliwa.wordpress.com
iya mas, *katanya* emang gitu, soalnya kemaren kesana masih gelap gulita, jadi belum liat keindahannya secara langsung,,, hiks hiks hiks,,,