Menyongsong 2012
Tak terasa seperti baru kemarin sore saya merasakan pergantian tahun dari 2010 ke 2011, dari yang dulunya lajang, sekarang sudah punya momongan. Bulan pun sudah berakhiran -ber yang ketiga, November. Bulan -ber yang identik dengan hujan terus-terusan yang mengkhawatirkan seorang buruh yang bekerjanya sangat bergantung pada cuaca seperti saya ini. Sebentar lagi pun juga tiba bulan -ber yang terakhir untuk tahun ini alias Desember. Yang artinya lagi, sebentar lagi juga angka buntut tahun juga ikut berganti, 2012.
2012 yang akan kita hadapi beberapa bulan lagi itu, memiliki banyak sekali misteri, dari yang dirumuskan akan menjadi tahun terakhir bagi dunia, hingga yang meramalkan awal perang besar. Fenomena ini menarik, karena sepertinya secara psikologi, manusia tertarik untuk tahu duluan apa yang akan terjadi, sehingga banyak diantaranya yang mencoba membuat gagasan tentang masa depan, tentunya berdasarkan pendapat pribadi ditambah bumbu bayang-bayang imajinasinya. Yang kontroversial adalah banyaknya gagasan tentang sebuah peristiwa maha besar yang selalu saja soal kehancuran. Entah sudah jadi sifat trah manusia yang berada dalam barisan -makhluk pasti mati- ataukah memang karena sifat psikopat manusia yang menyukai kehancuran.
Gagasan tentang dunia yang lebih adem ayem gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem karto raharjo sepertinya hanya menjadi cita-cita tanpa ada kejelasan tindakan untuk mewujudkannya, justru yang akhir-akhir ini (atau sudah sejak jaman dulu ya?) adalah tindakan dalam hal pewujudan kehancuran. Kita bisa melihat bahkan dengan mata kepala sendiri, sebab LCD yang segede lemari pun sekarang sudah sangat terjangkau harganya, kejadian-kejadian yang terjadi jauh dibelahan bumi yang secara nalar dan finansial kita sulit untuk menjangkaunya pun bisa kita nikmati dan cermati. Tentang perang, tentang bom, tentang pembunuhan, tentang invasi, dan segala hal sejenis sudah menjadi familiar baik di telinga maupun dimata kita sehari-hari. Mengumpati hal itu mungkin sudah jadi kebiasaan sebagian orang sehari-hari, bukan?
Bukankah katanya trah manusia itu cinta damai? Kok yang dipikir dan digagas kehancuran melulu.
Kita juga tahu bahwa meskipun manusia cinta damai, tetapi gampang sekali dihasut dan diadu domba. Dengan isu warna kulit maupun trah lokal alias rasisme (disamping sejatinya manusia adalah satu trah makhluk pasti mati) atau bahkan ke tingkatan agama yang seharusnya menjadi benteng pembeda antara manusia dengan makhluk lainnya, yang justru seringkali menjadi sumbu yang sangat mudah disulut oleh sekelompok anggota trah manusia lain yang menginginkan terjadinya kehancuran.
Kembali ke 2012.
Apa yang akan terjadi akan tetap jadi rahasia, bahkan hingga sepersekiandetik sebelum peristiwa itu terjadi, bahkan bagi yang sedikit lemot, akan tetap jadi rahasia sekian waktu setelah peristiwa itu terjadi. Hehe…
Yang perlu kita lakukan hanya mempersiapkan diri. Nah, kalimat ini pun sebenarnya sangat kabur artinya, bukan? Mempersiapkan diri untuk apa? Untuk segala kemungkinan yang mungkin terjadi mungkin tidak di tahun 2012 nanti? Coba sejenak dipikir, apa yang bisa kita lakukan secara nyata untuk bisa bertahan hidup menghadapi esok hari (bukan tahun depan, terlalu lama, ya kalau kita masih bisa napas besok pagi, kalo sudah giliran kita untuk absen kepada Gusti Allah ya mau bilang apa). Bagi yang punya agama tentunya ditambah lagi ibadahnya, silakan saja mau beribadah gaya apa saja, asal tahu dasar dan arti setiap ibadah yang dilakukan, bukan hanya ikut-ikutan. Jadi, kalau nanti tiba saatnya ditanya, kenapa kita beribadah seperti itu, kita tidak hanya bilang bahwa kita ikut-ikutan Mbah Parmo yang duluan seperti itu ngibadahnya. Bagi yang tidak punya agama, hmmm saya tidak mau komentar untuk trah manusia yang satu ini. Soalnya akan sia-sia dan percuma karena alur syaraf otaknya antara mereka yang tidak punya agama dengan saya sehingga apa yang saya omongkan pasti akan dimentahkan. Cuih…
Selamat mempersiapkan diri untuk 2012, semoga apa yang baik yang anda dan saya gagas untuk 2012 bisa sejalan sehingga ketika yang satu mengamini gagasan yang lain, Dzat yang Berkemampuan Mengabulkan segala gagasan bisa memakbulkan gagasan-gagasan kita. Amiin.
Filed under: Curhat, Petualangan | 1 Comment
semoga 2012 lebih baik mas Brury….slalu diberi karunia kesehatan~kunci utama untuk menjalankan ibadah di dunia ini, lha nek sakit2an nantinya gak bisa beribadah,hehe, keep posting oprekannya.